Cara Mencintai Rasulullah

(Kisah Nyata Tanpa Rekayasa)

Apa yang kita rasakan ketika orang yang kita rindukan tidak meridukan kita?

Disaat-saat terakhir hidupnya yang Beliau ingat adalah kita. 

Ummatii.. Ummati.. (Umatku..umatku..)

Pada saat itu Rasulullah mengingat kita padahal bertemupun belum pernah.

Lalu apakah kita pernah merasa rindu kepada Rasulullah?


SINOPSIS

Pada zaman itu ketika kabar meninggalnya Rasulullah beredar. 


1. Umar bin Khatab tidak mempercayai kabar tersebut sampai Beliau berkata. “Sungguh, orang-orang munafik telah berbohong bahwa Rasulullah telah wafat… “
2. Begitu juga dengan Utsman bin Affan, Beliau tidak mempercayai kematian Rasulullah. Beliau membisu tidak berbicara sepatah katapun.
3. Ali bin Abi Thalib tertegun dan tidak bergerak.
4. Bahkan saking sedihnya salah satu sahabat nabi Abdullah bin Anas kemudian meninggal setelah mendengar kabar meninggalnya Rasulullah.
5. Dan ketika Bilal mengumandangkan azan "Asyahadu anna muhammadarasulullah". Seisi masjid bergemuruh karena tangisan


Begitulah gambaran kesedihan yang dialami para sahabat ketika ditinggal oleh Rasulullah.

 Seindah apakah akhlak Beliau sampai sampai para sahabat sesedih itu? 

Bagaimana dengan kita, yang sudah merasakan nikmat Islam karena perjuangan Rasulullah.

Tidakkah kita rindu Beliau?

Tidakkah kita berusaha untuk mengenalnya dan mengetahui bagaimana perjalanan da'wah beliau.

Apakah shalawat yang kita ucapkan hanya di lisan saja? Apakah hati kita benar benar bershalawat untuk Rasulullah?

Kenapa buku ini yang TERBAIK?

Buku ini membawa kita untuk mengikuti kehidupan Rasulullah seperti membaca novel.

Bahasanya yang ringan memudahkan kita membayangkan bagaimana perjuangan Rasulullah.

Buku ini membuat kita mengenal bagaimana sosok Rasul, yang tentu akan menambah rasa cinta kita terhadap Rasulullah SAW

Umar berkata, ”Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali terhadap diriku sendiri.”

Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,

”Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian ’Umar berkata, ”Sekarang, demi Allah. Engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.”

Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata, ”Saat ini pula wahai Umar, (imanmu telah sempurna).

Review Buku Muhammad SAW

" Dengan membaca buku ini saya menjadi kembali tercerahkan. Saya menyadari bahwa cinta saya untuk Muhammad masih tertanam dalam hati dan itu terus tumbuh ketika membaca bab per bab buku ini. InsyaAllah, cinta anda pun akan tumbuh kepada Nabi Muhammad".

Dapatkan penawaran terbaik dengan melakukan pembelian sekarang juga!


Rp. 199.000

Rp. 148.000

(PROMO GRATIS ONGKIR)

Sejenak, lepaskan diri anda dari kesibukan hidup dan bacalah buku ini. Satu tindakan ini mungkin yang anda perlukan untuk menyelamatkan jiwa dari api neraka dan diizinkan-Nya masuk syurga pada hari kiamat

*Klik sekali lagi jika yang pertama gagal


GARANSI 100% :

Packing rapi dan aman dan Resiko pengiriman kami tanggung, barang tidak sampai atau rusak KAMI GANTI DENGAN YANG BARU


TESTIMONI: